Sunday, 16 November 2014


Ketika timbulnya airmata sudah menjadi terlalu serinng untuk diturunkan. Arti dari ketegaran telah memuncak menjadi luapan yang tak terkendalikan. Dimana, buah dari kesabaran ialah kepergian. Aku tak begitu mengerti ketika ada ada saja orang yang tega membuat wanita menunggu di dalam waktu luang yang tak sebanyak waktu bekerja, ketika pasangan lain bercumbu dalam kebahagiaan dalam memaknai malam minggu, disini aku masih saja bertahan mencumbui perasaan. Dibohongi berkali kali lalu memaafkan sehingga kekebalan telah menjadikanku orang yang tak kenal perasaan. Entah lah, aku tak bisa menggambarkan seberapa cinta Tuhan kepadaku sehingga Tuhan menggoreskan luka padaku sebegitu dalam, namun hanya karena satu alasan, kamu.


 18:28
Yogyakarta, ketika hujan..
  

No comments:

Post a Comment